Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Telah Dibuktikan APBN Regional Banten Per 31 Desember 2022, Perkembangan Makro Serta Kesejahteraan APBN Secara Umum

HEMN - Situasi pandemi Covid 19 Tahun 2022 relatif cukup terkendali baik pada tingkat global maupun domestik, Indonesia berhasil mengendalikan gelombang pandemi terakhir. 

Sementara itu, harga komoditas global masih volatile meski beberapa sudah menunjukkan tren penurunan pada pandemi Covid 19

Hal ini tak lepas dari pelemahan demand pula perbaikan pasokan yang mulai mendorong moderasi beberapa komoditas energi pula pangan, pada pandemi Covid 19.

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru PT Propan Raya Penempatan pada Tangerang, Cek Syarat pula Posisinya Disini!

Pada sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diperkirakan menguat signifikan. Hal ini sejalan seraya tren penguatan pemulihan dalam tiga kuartal pertama 2022, serta senada seraya pertumbuhan indikator perekonomian yang masih relatif kuat meski menunjukkan tren penurunan seiring perlambatan global. 

Demikian pula mendapatkan Provinsi Banten diperkirakan perekonomian mengenai juga mengenai tumbuh, berdasarkan data sampai seraya akhir triwulan III Tahun 2022 ekonomi pada Banten tumbuh 5,71 persen year on year (yoy). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang sebesar 4,41. 

Inflasi pada Banten pada Desember 2022 menunjukkan angka 4,56% (yoy). Pengendalian Inflasi pada Banten cukup baik ditunjukkan seraya inflasi Banten masuk ke 5 (lima) besar terendah secara Nasional setelah Maluku Utara (3,47%), Papua Barat (3,87%), Sulawesi Utara (4%), pula DKI Jakarta (4,21%).

Baca Juga: Indomaret Buka 5 Lowongan Kerja Terbaru Simak Kualifikasi pula Persyaratannya Disini!

Beberapa indikator kesejahteraan masyarakat Banten menunjukkan perbaikan, seperti tingkat pengangguran terbuka  periode Agustus 2022 turun menjadi 8,09 persen dari 8,98 persen pada bulan Agustus 2021. 

Kesejahteraan petani serta nelayan ala Banten yang diukur beserta NTP serta NTN pada bulan Desember 2022 tercatat sebesar 101,37 serta 100,66. Artinya daya beli petani serta nelayan ala Banten hanya cukup menjumpai memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maupun menjumpai biaya produksi, tidak terdapat sisa menjumpai penambahan barang modal. Jumlah serta persentase penduduk miskin ala Banten pada Tahun 2022 sebesar 6,24 persen serta indeks gini sebesar 0,377. 

Kinerja APBN pada Tahun 2022 yang positif telah melanjutkan tren tiga tahun terakhir yang telah berhasil menjaga masyarakat serta perekonomian serta terbukti tangguh menghadapi berbagai guncangan serta ancaman ketidakpastian.

Baca Juga: Tawarkan 2 Posisi? PT Inalum Persero Buka Lowongan Kerja Terbaru Penempatan Jakarta Selatan, Ini Syaratnya!

Kinerja APBN 2022 mampu meredam gejolak ekonomi serta mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat. Hal ini tercermin dari kinerja positif perekonomian Indonesia yang melaju kuat ala tengah turbulensi ekonomi global. 

PDRB Banten tumbuh kuat sebesar 5,71 persen pada triwulan III-2022 (yoy) serta sudah melampaui level PDRB pra pandemi serta indikator-indikator ekonomi makro juga menunjukkan penguatan. 

Ringkasan Realisasi Pendapatan Negara 

Pendapatan Negara yang tumbuh tinggi seiring beserta pemulihan ekonomi yang terus terjaga, harga komoditas ala level yang masih relatif tinggi, serta pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, serta implementasi Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Baca Juga: 3 Posisi Kosong? PT Calbee Wings Food Buka Lowongan Kerja Terbaru Penempatan Karawang, Cek Syaratnya Disini!  

Pada Tahun 2022 realisasi pendapatan Pemerintah Pusat ala Banten sebesar Rp81,54 Triliun, yang terdiri dari Pendapatan Pajak sebesar Rp66,42 Triliun, Pendapatan Kepabeanan serta Cukai sebesar Rp12,84 Triliun serta Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp2,73 Triliun. 

Nilai tersebut tumbuh 22,77 persen dibandingkan total pendapatan pemerintah pusat pada Tahun 2021 sebesar Rp66,41 Triliun.  

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Telah Dibuktikan APBN Regional Banten Per 31 Desember 2022, Perkembangan Makro Serta Kesejahteraan APBN Secara Umum"