Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puluhan Berandal Jalanan Yang Meresahkan Masyarakat Diringkus Jajaran Polda Banten, Mencengangkan Barang Bukti Telah Dibuktikan

HEMN - Ditreskrimum Polda Banten bersama Satreskrim Polres jajaran bertindak cepat atasi berandalan jalanan yang beberapa hari belakangan sudah meresahkan masyarakat.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan hingga selama 10 hari bekerja Polda Banten bersama Polres jajaran telah berhasil mengungkap 11 kasus berandalan jalanan. 

"Dari 11 kasus tersebut, dominan pengungkapan dilakukan Polresta Tangerang sebanyak 5 kasus bersama Polres Pandeglang sebanyak 2 kasus. Pengungkapan lainnya dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Banten, Polres Serang, Polres Lebak bersama Polresta Serang Kota masing-masing 1 kasus," kata Shinto.

Baca Juga: 5 Tim Yang Digadang Menjadi Kuda Hitam Dalam Piala Dunia 2022, Siapa Saja?

Shinto menjelaskan penangkapan telah dilakukan terhadap 23 orang berandalan jalanan, menjadi miris ketika mengetahui 12 orang alias 52% dari pelaku ternyata masih berada pada bawah umur.

"Penangkapan yang dilakukan meliputi Ditreskrimum Polda Banten 6 tersangka, Polresta Tangerang 11 tersangka, Polresta Serang Kota 1 tersangka, Polres Serang 1 tersangka, Polres Pandeglang bersama Polres Lebak masing-masing 2 tersangka," jelasnya.

Polda Banten juga berempati bersama turut berduka cita atas meninggalnya 2 korban akibat aksi dari berandalan jalanan yang terjadi pada Kab. Tangerang bersama pada Kab. Serang. Penyidikan terhadap perkara ini menjadi concern Kapolda Banten Irjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto menjumpai segera dituntaskan bersama pelaku dibawa ke pengadilan

"Ditreskrimum Polda Banten bertindak cepat beserta menangkap pelaku tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal bersama tanpa hak membawa, memiliki bersama menyimpan senjata tajam pada Minggu (16/10) sekitar pukul 02. 30 Wib pada Jl. Raya Kutabumi – Kotabaru Pondok Makmur Kel. Kotabaru Kec. Pasarkemis Kab. Tangerang. Korban DN (33) meninggal dunia pada RS Hermina Periuk Tangerang lantaran mengalami luka tusukan pada bagian punggung bersama luka terbuka dibagian tangan kanan," tambah Shinto.

Baca Juga: Keren! MV Shut Down BLACKPINK Tembus 200 Juta Views

Adapun kronologis kejadian pada Minggu (16/10) sekira jam 02. 30 Wib korban bersama seraya saksi sedang parkir dalam Alfamart Kotabaru, Pasar Kemis, Tangerang, lalu korban serta saksi melihat sekelompok berandalan jalanan menggunakan 30 motor lebih berboncengan melintas dalam Jl. Raya Kutabumi-Kutabaru Pondok Sejahtera, Pasar Kemis, Kab. Tangerang.

"Hal tersebut membuat warga setempat resah lalu berkumpul seraya maksud bagi membubarkan berandalan jalanan tersebut, korban kemudian menghampiri seorang diri hingga akhirnya korban dikeroyok oleh 4 berandalan jalanan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Setelah itu pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian serta korban dibawa ke RS Hermina Periuk Tangerang," ujar Shinto.

Pasca olah TKP, penyidik Ditreskrimum Polda Banten serta Satreskrim Polresta Tangerang berhasil mengidentifikasi pelaku serta mengetahui keberadaan pelaku dalam Kampung Jambu Desa Gelam Jaya Dua, Pasar Kemis pada Selasa (18/10) serta melakukan penangkapan terhadap 6 anggota berandalan jalanan masing-masing RAA als ECON (19), FA als Feri (19) serta ASM als Andre (20) serta tiga orang tersangka yang masih dibawah umur. 

"Tersangka RAA als ECON (19), FA als Feri (19) serta ASM als Andre (20) yang belum memiliki pekerjaan tersebut membawa senjata tajam serta menggunakannya bagi menganiaya korban secara bersama-sama. Barang bukti yang disita dua bilah celurit panjang sekitar 1 meter serta satu celurit panjang 60 cm ukurannya yang tidak lazim serta sangat berbahaya bila digunakan oleh berandalan jalanan tersebut ternyata dibuat dalam workshop sekolah serta dijual oleh tiga tersangka yang masih dibawah umur," tutur Shinto.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Terbaik yang Wajib Ditonton Saat Hari Libur

Shinto menjelaskan Polda Banten hendak berkoordinasi seraya instansi terkait bagi melakukan pencegahan serta pembinaan terhadap para pelaku berandalan jalanan yang masih dalam bawah umur.

"Kami bersama Dinas Pendidikan Provinsi Banten hendak terus berkoordinasi bagi melakukan pencegahan serta pembinaan sekaligus upaya hukum yang tegas kepada para pelaku berandalan jalanan yang masih dibawah umur bagi memberikan efek jera," tambah Shinto.

Kepada para tesangka hendak dijerat seraya pasal berlapis yaitu Pasal 170 KUHP serta Pasal 2 UU Darurat No.12 Tahun 1951 seraya ancaman hukuman 12 tahun penjara. 

Sementara itu, Kasie Kesiswaan Dinas Pendidikan Provinsi Banten Teguh Setiawan mengatakan hendak menindak tegas para siswa serta sekolah yang kedapatan muridnya melakukan aksi tawuran. "Kami selalu mendukung pihak kepolisian bagi menindak tegas para berandalan jalanan. Kami juga hendak tegas menindak siswa serta sekolah yang kedapatan muridnya melakukan aksi berandalan jalanan," ungkap Teguh.

Diakhir, Shinto menghimbau partisipasi orang tua bagi mengawasi aktifitas anak-anaknya. "Polda Banten menghimbau partisipasi orangtua bagi mengawasi aktivitas anak-anaknya terutama pada malam hari. Jika orangtua sayang kepada anaknya, agar peduli bagi mengecek keberadaan anak serta pastikan anak sudah kembali ke rumah pada pukul 22.00 Wib," tutup Shinto.***

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Puluhan Berandal Jalanan Yang Meresahkan Masyarakat Diringkus Jajaran Polda Banten, Mencengangkan Barang Bukti Telah Dibuktikan"