Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kejati Banten Tetapkan Empat Orang Tersangka Dugaan Suap Ataupun Gratifikasi Pengurusan Tanah Pada Kabupaten Lebak Terbaik

HEMN - Kejati Banten menetapkan 4 orang tersangka dalam perkara penerimaan suap lalu ataupun gratifikasi dalam pengurusan tanah pada kantor badan pertanahan kabupaten lebak tahun 2018- 2021 ataubdugaan kasus mafia tanah. 

Empat orang yang telah tetapkan sebagai tersangka ataupun P-18 atas keempat tersangka yaitu: Tersangka AM, DER, Dra S alias MS lalu EHP. 

Kepala Kejati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan hingga hari Rabu tanggal 19 Oktober 2022 kemarin, berdasarkan hasil ekspose perkara melalui Tim Penyidik pada Asisten Tindak Pidsus Kejati Banten beserta jajaran pejabat utama Kejaksaan Tinggi Banten melalui kesimpulan perkara dimaksud telah dapat ditingkatkan dari penyidikan umum. 

Baca Juga: Prestasi Provinsi Banten Turun Drastis ala Ajang MTQ Tingkat Nasional ke XXIX tahun 2022 ala Kalsel

"Tim Penyidik telah memanggil 4 orang guna dilakukan pemeriksaan pada hari ini tetapi dari keempat orang yang dipanggi hanyal 2 orang tidak hadir yaitu Dra. S lalu EHP melalui alas an sakit lalu anaknya EHP melalui alas an menemanin ibunya Dra. S, sedang yang hadir yaitu AM lalu DER.

Selanjutnya kedua Tersangka atas nama AM lalu DER, Jaksa Penyidik mengusulkan kepada dilakukan penahanan dalam rangka kepada mempercepat proses penyelesaian perkara ala tahap penyidikan, lalu telah dikeluarkan Surat Perintah Penahanan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Banten. 

"Kedua Tersangka ditahan ala Rutan Klas IIB Pandeglang selama 20 (dua puluh) hari sejak hari ini sampai melalui tanggal 8 Nopember 2022," paparnya. 

Sedangkan terhadap Tersangka Dra. S alias MS lalu Tersangka EHP, Tim Penyidik mengenai memanggil Tersangka kepada dilakukan pemeriksaan yang direncanakan hari Senin Tanggal 24 Oktober 2022.

Baca Juga: Kienzy Dinilai Mirip Artis Jepang, Ngefans Dengan Deddy Corbuzier lalu Ayu Ting Ting! Katanya Menggemaskan

Kasus ini berawal ditemukan adanya penerimaan hadiah alias janji dan/atau gratifikasi dalam pengurusan tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak Tahun 2018-2021 yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu tersangka AM serta tersangka DER (honorer) menerima pemberian sejumlah uang dari diduga sebagai calo tanah yaitu tersangka Dra. S alias MS, serta tersangka EHP (anak dari Tersangka Dra. S alias MS) kepada oknum ASN tersebut.

Diduga uang terus digunakan mendapatkan mengurus pendaftaran hak atas tanah dalam wilayah Kabupaten Lebak via menggunakan rekening pada 2 (dua) Bank Swasta via perkiraan dana yang masuk dalam transaksi keuangan sebesar Rp. 15.000.000.000,- (lima belas milyar rupiah).

"Bahwa suap/gratifikasi tersebut dimaksudkan mendapatkan mempermudah serta mempercepat permohonan pengurusan Hak Atas Tanah ke Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lebak kurun waktu 2018-2021," jelasnya. 

Peranan Para Tersangka, mendapatkan tersangka AM selaku Kepala Kantor BPN Kabupaten Lebak telah menerima suap/gratifikasi sebesar Rp. 15 Milyar.

Baca Juga: Dinkes Banten Sukses Gelar Hari Kesehatan Nasional ke 58 Bertema Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku

Tersangka DER (selaku honore DIPA APBN Kantor BPN Kabupaten Lebak) telah menerima suap/gratifikasi serta menghubungkan antara Tersangka Dra. S alias MS via Tersangka AM serta membuka 2 (dua) rekening Bank Swasta guna menampung uang pemberian suap/gratifikasi.

Tersangka Dra. S alias MS, selaku pihak swasta (calo tanah) yang melakukan pengurusan sertifikat hak atas tanah serta sebagai pemberi suap/gratifikasi.

Tersangka EHP (selaku putra dari Tersangka S alias MS) aktif bersama via Tersangka Dra. S alias MS sebagai pihak yang mengurus sertifikat hak atas tanah serta sebagai pemberi suap/gratifikasi.

Kini tersangka AM serta tersangka DER dipersangkakan Pasal 12 huruf a, alias Pasal 12 huruf b alias Pasal 12 B, alias Pasal 5 ayat (2), alias Pasal 11 jo Pasal 18 ayat (1) Undang Undang R.I No. 31 tahun 1999 perkara Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah serta ditambah via Undang-Undang R.I Nomor 20 Tahun 2001 perkara Perubahan Atas Undang-Undang R.I Nomor 31 Tahun 1999 perkara Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terhadap Tersangka Dra. S alias MS serta Tersangka EHP dipersangkakan Pasal 13 alias Pasal 5 ayat (1) huruf a, alias Pasal 5 ayat (1) huruf b jo Pasal 18 ayat (1) Undang Undang R.I No. 31 tahun 1999 perkara Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah serta ditambah via Undang-Undang R.I Nomor 20 Tahun 2001 perkara Perubahan Atas Undang-Undang R.I Nomor 31 Tahun 1999 perkara Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Kejati Banten Tetapkan Empat Orang Tersangka Dugaan Suap Ataupun Gratifikasi Pengurusan Tanah Pada Kabupaten Lebak Terbaik"