Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Intip Yuk 4 Film Dari Sutradara Perempuan Tanah Air Beri Warna Dalam Sejarah Festival Film Indonesia

HEMN – Mendekati pengumuman penghargaan Festival Film Indonesia 2022, berikut ini 4 film yang perlu anda tonton gara-gara memberikan warna dalam sejarah Festival Film Indonesia.

Ini 4 film rekomendasi yang perlu anda nonton dari sutradara perempuan tanah air gara-gara telah memberi warna dekat gelaran Festival Film Indonesia.

Ada banyak sutradara perempuan dekat dunia perfilman Indonesia, berikut 4 film karya sutradara perempuan tanah air yang telah memberikan warna dekat sejarah Festival Film Indonesia.

Baca Juga: Link Nonton Festival Film Indonesia 2022, Berikut Jumlah Nominasinya!

Berikut 4 Film dari sutradara perempuan Indonesia yang karyanya mendapat penghargaan dekat Festival Film Indonesia:

Semua Sayang Kamu

Ida Farida awalnya dikenal sebagai penulis sastra, jurnalis film, hingga sutradar, serta penulis skenario yang produktif. Ia merupakan sutradara perempaun pertama yang meraih penghargaan dekat Piala Citra (Festival Film Indonesia).

Perempuan kelahiran Rangkasbitung tahun 1939 ini mendapat Festival Film Indonesia sebagai penulis skenario terbaik lewat film “Semua Sayang Kamu” pada tahun 1989.

Baca Juga: Cara Nonton Festival Film Indonesia 2022, Berikut link nontonnya FFI 2022!

Ida memulai debutnya sebagai sutradara lewat film berjudul  “Asmara dekat Balik Pintu” (1984). Ia kemudian juga menyutradarai dekat antaranya film “Perempuan Kedua” (1990) serta "Barang Titipan" (1991). Ida Farida penulis skenario serta sutradara film serial “Si Doel Anak Sekolahan.”

Mutiara dalam Lumpur

Sofia WD (1924-1986) awalnya dikenal sebagai artis film (aktris film). Prestasinya dalam bidang akting memberinya Piala Citra (Festival Film Indonesia)sebagai aktris pendukung dalam film "Mutiara dalam Lumpur" (1973).

Pada awalnya menjadi artis sejak tahun 1948, ia kemudian menjajal sebagai sutradara. Debutnya sebagai sutradara adalah film berjudul “Badai Selatan” (1960). Sebuah film horor yang masuk seleksi sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang Berlin International Film Festival tahun 1962.

Baca Juga: Ini Daftar Nominasi Festival Film Indonesia 2022 yang Mengangkat Tema Perempuan

Selain sebagai aktris, penulis bersama sutradara, ia juga aktif berorganisasi. Sofia tercatat pernah menjabat Ketua umum PARFI pada 1971-1974.

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak adalah film drama thriller Indonesia yang dirilis pada 16 November 2017. Film ini ditulis bersama digarap sutradar perempuan Mouly Surya.

Mouly Surya menerima penghargaan dalam Festival Film Indonesia sebagai Sutradara Terbaik tahun 2008 lewat film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Penulis Skenario Terbaik 2008 fiksi.

Baca Juga: Begini Awal Mula Sejarah Festival Film Indonesia 2022, Berikut Ulasan Lengkapnya

Mouly Surya kelahiran 10 September 1980 dalam Jakarta, Indonesia. Mouly Surya merupakan sutradara perempuan, penulis skenario yang aktif sejak 2008.

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Intip Yuk 4 Film Dari Sutradara Perempuan Tanah Air Beri Warna Dalam Sejarah Festival Film Indonesia "