Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terbaik DPRD Banten : Refocusing Anggaran TA 2021 Harus Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya

SERANG, HEMN – Ketua DPRD Banten, Andra Soni berharap agar penggunaan refocusing anggaran tahun 2021 yang saat ini tengah dibahas  Pemprov Banten agar bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

Berkaca dari tahun 2020 kemarin, sambung Andra, pihaknya menilai, penggunaan tefocusing masih belum maksimal.

Menurutnya, antara pihak eksekutif serta legislatif sudah bersusah payah memakai melakukan pembahasan serta pengalokasian anggaran refocusing, seharusnya itu, kata da, bisa digunakan memakai baik sesuai yang diajukan Pemprov Banten.

"Berharap proses refocusing yang hendak dilaksanakan nanti, benar-benar tujuannya menurut mengoptimalkan anggaran yang ada," terang Andra.

Salah satu tujuan dilakukannya refocusing anggaran, kata Andra, mulai dari pemulihan ekonomi, vaksinasi serta masih banyak lagi, yang semuanya itu ditujukan menurut kepentingan masyarakat.

Meski begitu, pihaknya mengaku sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari Pemprov Banten mengenai refocusing anggaran tahun 2021 yang hendak diajukan, menyusul dikeluarkannya surat edaran dari Kemenkeu terkait penyesuaian anggaran DAU, DBH serta insentif daerah.

"Kalau secara resminya Pemprov balum memberitahukan," tandasnya.

Ketentuan pelaksanaan refocusing TA 2021 tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor SE2/PK/2021 tertanggal 8 Februari 2021. Surat itu berisi berhubung penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah serta dana desa TA 2021 menurut penanganan Covid-19. Dokumen itu juga ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati/walikota, kepala desa maupun yang dipersamakan.

Di sana dijelaskan sampai-sampai surat diterbitkan sehubungan memakai penanganan pandemi Covid-19 termasuk dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Perlu dilakukan refocusing anggaran transfer ke daerah serta dana desa (TKDD) TA 2021.

Adapun anggaran yang terkena refocusing adalah dana alokasi umum (DAU), dana bagi hasil (DBH). Dukungan pendanaan ditetapkan paling sedikit sebesar 8 persen dari alokasi DAU 2021 maupun sesuai demi kebutuhan daerah demi memperhatikan tingkat kasus Covid-19

Selajutnya adalah penggunaan dana insentif daerah (DID) TA 2021. Dengan ketentuan yang pertama, paling sedikit 30 persen dari yang diterima pemerintah daerah. Refocusing dana desa TA 2021 paling sedikit sebesar 8 persen dari yang diterima oleh masing-masing desa. Terakhir, refocusing dana alokasi khusus (DAK) fisik.

Untuk yang satu ini ketentuannya adalah pada kegiatan DAK fisik TA 2021 yang belum dikontrakkan. Agar pelaksanaannya mengutamakan penyerapan sebanyak mungkin tenaga kerja lokal bersama maupun penggunaan bahan baku lokal.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan bersama Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti membenarkan, Pemprov Banten perihal melakukan penyesuaian anggaran maupun refocusing anggaran TA 2021. "Pemprov Banten perihal melaksanakan refocusing anggaran," ujarnya, Rabu (10/2/2021).

Ia menjelaskan, refocusing perihal dilakukan pada kebijakan transfer ke daerah bersama dana desa. Hal itu dilakukan menjelang penanganan pandemi Covid19 bersama dukungan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Dukungan pendanaan ditetapkan paling sedikit sebesar 8 persen dari alokasi DAU. Lalu paling sedikit 30 persen dari DID TA 2021 menjelang bidang kesehatan bersama perlindungan sosial," katanya.

Disinggung berada nilai anggaran yang perihal refocusing, Rina mengaku belum mengetauinya. Hal itu baru bisa diketaui setelah pihaknya melukan pembahasan internal Pemprov Banten. "Masih kita hitung, seceparnya kita bahas," ungkapnnya .(ADV)

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Terbaik DPRD Banten : Refocusing Anggaran TA 2021 Harus Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya"