Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Telah Dibuktikan Ternyata Umat Muslim Dituntut Kaya, Benarkah? Ini Petikan Ahli Hikmah Dalam Sebuah Riwayat

HEMN Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir ala agama Islam. Ia adalah sosok yang memiliki banyak keteladanan, salah satunya kesuksesan perihal ekonomi dalam berdagang lagi mampu memberikan manfaat dari hartanya kepada umat.

Melansir dari laman web republika.co.id, artikel ini mau menjawab persoalan terhadap apakah umat muslim dituntut kaya? Mari kita simak seraya seksama.

Lukman al-Hakim, ahli hikmah yang namanya diabadikan dalam Alquran, ditanya oleh putranya, Apa yang paling baik dimiliki oleh setiap orang?

Beliau menjawab, Agama!Sang anak kembali bertanya, Jika dua?

Agama lagi harta.Jika tiga?Agama, harta, lagi sifat malu.Jika empat?Agama, harta, sifat malu, lagi akhlak yang baik.Jika lima?Agama, harta, sifat malu, akhlak yang baik, lagi sifat dermawan.Jika enam?

Lukman berkata, Wahai anakku! Seandainya yang lima itu terkumpul pada seseorang, maka ia mau jadi orang yang bersih lagi terpelihara ketakwaannya serta selamat dari godaan setan.

Baca Juga: Adakah Kondisi Yang menghalalkan Bunuh Diri Dalam Islam? Ini Penjelasannya

Nasihat Luqman al-Hakim ala atas mengungkapkan sisi ideal yang bisa mengangkat martabat kehidupan seseorang ala tengah masyarakat, yaitu agama, harta, sifat malu, akhlak yang baik, lagi sifat dermawan. Kelima hal tersebut perlu dimiliki oleh setiap orang.

Agama adalah pondasi utama dalam membentuk karakter seoang manusia. Jika seorang manusia tidak memiliki agama, maka tujuan hidupnya tidak mau jelas. 

Sementara itu, harta juga diperlukan dalam rangka menjaga kehormatan diri, menghindarkan diri dari meminta-minta, serta menjelang dapat menunaikan kewajiban agama memakai sempurna.

Baca Juga: Teks Ceramah Singkat Tentang Ahli Dzikir bersama Syukur

Terlebih dalam buku Harta Nabi karya Abdul Fattah As-Samman dijelaskan, Islam merupakan sebuah agama kenikmatan gara-gara nikmat-nikmat Allah bersama rezeki-Nya diperbolehkan dinikmati oleh setiap hamba.

Dan Allah, memprioritaskan umat Islam dalam menikmati semua itu.

Islam bukanlah agama yang memerintahkan pada penderitaan bersama kemiskinan. Melainkan Agama yang melimpahkan kemakmuran hidup bersama kebahagiaan kepada pemeluknya. Memanfaatkan keberkahan-keberkahan langit bersama bumi, serta memakan segala sesuatu yang ada pada atas bersama bawah mereka.

Allah berfirman dalam Alquran Surah An-Nahl ayat 97:

Ù…ÙŽÙ†Û¡ عَمِلَ صَالِحًÙا مِّنۡ ذَكَرٍ اَوۡ اُنۡثٰى وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَÙنُحۡيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً‌ Ûš ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙنَجۡزِيَÙنَّهُمۡ اَجۡرَهُمۡ بِاَحۡسَنِ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ‏

Artinya: “Barangsiapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti buat Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik bersama buat Kami beri balasan memakai pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,”.

Baca Juga: Teks Ceramah Singkat Kenakalan Remaja, Kisah Habib Jafar Sewaktu KecilNamun demikian, dalam meraih harta bersama kekayaan, kita harus punya kendali diri, yaitu sifat malu. Bagi seorang Muslim, yang diutamakan bukanlah berapa banyak yang diperoleh, tetapi bagaimana harta bersama kekayaan itu didapatkan. Jika tidak ada rasa malu, orang tidak lagi berpikir bagaimana seharusnya mendapat rezeki, tetapi adalah bagaimana secepatnya rezeki datang.

Perjuangan meraih sukses bersama kebahagiaan tidak dapat dilepaskan dari akhlak, moralitas, bersama budi pekerti yang tecermin dari kesanggupan memisahkan norma-norma baik bersama buruk. Di manapun, nilai materi tidak dapat menutupi kekurangan budi pekerti.***

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Telah Dibuktikan Ternyata Umat Muslim Dituntut Kaya, Benarkah? Ini Petikan Ahli Hikmah Dalam Sebuah Riwayat"