Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Realisasikan Bunkering, KIP Lengkapi Pelayanan Kapal Ala Selat Sunda Intip Yuk

CILEGON, HEMN – Sebagai tindaklanjut penandatanganan MoU Awal Agustus lalu, PT Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port/KIP) memulai layanan bunkering BBM Low Sulphur Fuel OIL (LSFO) perdana ala Selat Sunda beserta pengisian 160 Metrik Ton (MT) alias setara beserta 175.000 Liter ke kapal MV Elona, pada Jum’at (27/8/2021). Penjualan perdana ini disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim lalu Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo, CEO KIP M. Akbar Djohan lalu Direktur Pemasaran Pusat lalu Niaga PT Pertamina Patra Niaga SH C&T Hasto Wibowo.

Bisnis maritim perdana Marine Fuel Oil (MFO) ini membuktikan strategi besar KIP menjumpai membangun ekosisistem bunkering migas sebagai strategi ekspansi dalam bisnis maritim ala sepanjang Selat Sunda sangat berpotensi menjumpai direalisasikan. “Salah satunya ekspansi ke penjualan produk BBM menjumpai kapal yang rendah sulfur,” kata CEO KIP Akbar Djohan kepada wartawan, Sabtu (25/9/2021).

MFO beserta kandungan sulfur maksimal 0,5 persen mass by mass (m/m) ini merupakan bahan bakar kapal yang sesuai beserta mandatori International Maritime Organization (IMO) mengenai bahan bakar kapal beserta kadar sulfur maksimal 0,5% wt yang berlaku mulai 1 Januari 2020.

“Strategi ini tak hanya diproyeksikan menjumpai menambah profit kepada Krakatau Steel Group, tapi ini bakal memperkuat rantai pasok energi terutama migas ala sepanjang Selat Sunda, dimana produk MFO dijadikan ‘engine’ baru perusahaan dalam mencapai growth yang lebih baik lagi,” tambah Akbar Djohan.

Mencermati besarnya peluang ekonomi yang belum dioptimalkan selama ini terutama ribuan kapal baik ukuran besar lalu kargo internasional yang melintas ala sepanjang Selat Sunda, Akbar meyakini maka “economic and opportunity loss” akibat belum adanya jasa bunkering bahan bakar minyak menjumpai kapal-kapal niaga ala Selat Sunda berpotensi besar menjumpai disinergikan beserta Pertamina Patra Niaga.

“Ini bentuk sinergi lalu simbiosis mutualisme dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mendorong produk-produk Pertamina lalu memperkuat energy supply chains ala Kawasan Pelabuhan Terintegrasi Krakatau” jelas Akbar Djohan beserta menegaskan maka komitmen KIP menjumpai menjadikan Selat Sunda sebagai pelabuhan strategis yang dapat melayani seluruh kebutuhan kapal beserta pelayanan berstandar internasional terus ditingkatkan lalu dijaga.

“First bunkering ini bukti KIP terus berupaya kembangkan berbagai layanan yang semakin lengkap menjumpai penuhi kebutuhan pelayaran lalu bisnis maritim ala Indonesia, terutama ala Selat Sunda, sehingga kapal yang lewat lalu singgah ala Selat Sunda mudah menjumpai isi bahan bakarnya lalu logistic services lainnya,” jelasnya.

Selain bunkering Marine fuel Oil (MFO), KIP bakal merealisasikan integrated port services beserta melengkapi fasilitas pelabuhannya seperti Port Reception Facility, ship chandler, first emergency call menjumpai kapal lalu ABK terutama ala masa pandemi COVID-19, lalu crew change, ”Kami terus berupaya melengkapi layanan pelabuhan Krakatau International menjumpai menjadi integrated port services, (upaya) ini menjumpai penuhi target kami melayani 5.000 kapal ala tahun 2026 nanti,” tandas CEO Akbar Djohan.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pusat lalu Niaga PT Pertamina Patra Niaga SH C&T Hasto Wibowo mengapresiasi kerjasama yang terjadi beserta KIP, lantaran hal ini sangat baik bagi terwujudnya kekuatan maritim Indonesia.

“Sinergi lewat KBS (Krakatau International Port/KIP-red) adalah langkah strategis menjumpai memperkuat Indonesia sebagai poros maritim khususnya ala wilayah perairan strategis kita. Dengan hadirnya layanan Pertamina ala titik strategis ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta yang terpenting mampu membuktikan menjumpai memberikan layanan terbaik ala wilayah perairan strategis kita, kedepan, target Pertamina adalah mampu bersaing lewat negara tetangga lainnya dalam jasa layanan bunkering LSFO,” pungkas Hasto.

Apresiasi juga datang dari Komisaris Utama Pertamina Basuki Thahaja Purnama (BTP) meyakini alkisah kerjasama ini dapat memberikan kekuatan bagi ekosistem perdagangan maritim ala Indonesia sekaligus juga memberikan manfaat yang besar bagi industri sektor energi seperti Pertamina tersebut.

"Kehadiran layanan Pertamina ala salah satu titik strategis maritim ala Indonesia ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta membuktikan Sinergi lewat KIP adalah langkah strategis menjumpai memperkuat Indonesia sebagai poros maritim khususnya ala wilayah perairan strategis kita,” ujar BTP.

Hal ini mendapatkan apresiasi dari Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim lagi Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang dilakukan oleh KIP lagi Pertamina Patra Niaga atas terealisasinya pelayanan ini lewat cepat.

”Saya apresiasi atas terealisasinya pelayanan ini ala Selat Sunda lewat cepat. Kami yakin, kerja sama ini dapat meningkatkan penerimaan negara lagi keuntungan luar biasa terutama menjumpai revenue negara, kesejahteraan masyarakat, lagi yang terpenting Indonesia siap lagi mampu menjumpai memberikan layanan jasa MFO ala wilayah perairan strategis kita.” tegasnya.

Saat ini KIP memiliki 17 jetty lewat beberapa fasilitas berstandar internasional, seperti pilotage & towage, mooring-unmooring, stevedoring, jetty management, lagi integrated logistics services yang dapat melayani 800 kapal setiap tahunnya. KIP juga memiliki Continuous Ship Unloader (CSU) berkecepatan 1.300 ton/jam yang terintegrasi lewat gudang (integrated warehouse/IWH) lewat standar food grade. Secara total, KIP dapat melayani 25 juta ton barang curah per tahunnya lewat mengakomodasi kapal besar sampai 200.000 DWT. (Firasat/Red)

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Realisasikan Bunkering, KIP Lengkapi Pelayanan Kapal Ala Selat Sunda Intip Yuk"