Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bongkar Semua Balai Taman Nasional Ujung Kulon Beri Akses Kelompok Warga Menurut Kelola Madu Hutan Menggunakan MoU

HEMN - Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) akhirnya memberikan izin kepada warga sekitar kepada pengelolaan madu hutan dalam area TNUK.

Izin legalitas tersebut tertuang dalam MoU antara Balai TNUK demi masyarakat Desa penyangga dibawah naungan Yayasan Smart Solusi Nusantara, demi tujuan pemberdayaan masyarakat pada 20 Oktober 2022 dalam Hotel Asoka, Tanjung Lesung, Banten.

Kepala Balai TNUK Anggodo menyampaikan sampai-sampai pemberian akses kelola kepada masyarakat desa penyangga ini menjadi bagian dari peran Balai TNUK kepada memberikan manfaat kawasan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini sejalan demi motto Taman Nasional Ujung Kulon “Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo”, yang dapat dimaknai sampai-sampai jika masyarakat sekitar kawasan sejahtera, maka mau tumbuh kesadaran bersama tanggungjawab masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan”,ujar Anggodo, Selasa 25 Oktober 2022.

Baca Juga: Teknologi RFID Menbantu Petani Lebah Madu Hutan, Begini Penjelasannya

Seperti halnya madu hutan yang dapat dihasilkan ketika kelestarian hutan terjaga, tidak mau ada madu hutan jika hutannya rusak.

Madu Hutan dalam Taman Nasional Ujung Kulon (foto: HEMN)

Anggodo juga menyampaikan apresiasinya kepada YSSN yang turut membantu melakukan pendampingan dalam peningkatan kapasitas kelompok madu.

Sementara itu dari pihak Pemerintah Provinsi Banten dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Konservasi SDA bersama Ekosistem pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Hariyadi.

Hariyadi menyampaikan apresiasi kepada kelompok madu yang telah menyertakan kontribusi negara berupa PNBP menjadi bagian dari SOP pemanenan madu hutan.

Baca Juga: Tidak Hanya Manis, Ternyata Nanas Madu Memiliki Manfaat Luar biasa!

“Akan tetapi, mendapatkan tahun ini Dinas LHK Banten belum mempersiapkan perangkatnya mendapatkan menerima kontribusi PNBP Madu hutan, tapi sedang dipersiapkan kedepannya,”ujarnya.

Dalam Mou ini teradap Terdapat 8 kelompok madu hutan yang telah mengajukan Kerjasama pemungutan madu hutan pada Pulau Panaitan, kelompok tersebut berasal dari 3 desa pada kecamatan Sumur yaitu:

Desa Ujungjaya, Tamanjaya, pula Tunggaljaya, total anggota berjumlah 272 orang.

Kelompok tani madu hutan terdiri dari Kelompok Panaitan Lestari, Panaitan Berkah, Cidarhayu Berkah, Panaitan Unggul, Panaitan Subur, Panaitan Jaya, Madu Panaitan Berkah, pula Kelompok Odeng Barokah.

Yayasan Smart Solusi Nusantara (YSSN) dikatakan Eman Sulaeman yang juga sebagai fasilitator kelompok berperan sebagai lembaga pendamping kelompok masyarakat desa penyangga, melalui dukungan dari Japan Environmental Education Forum (JEEF) menerapkan digital recording dalam proses pemungutan madu hutan yang telah disepakati menjadi Standar Prosedur (SOP) pemanenan.

Baca Juga: Harga Madu Asli dari Petani Lebah pada Lebak Rangkasbitung

“Selanjutnya dari hasil panen madu hutan para kelompok tani madu hutan Ujung Kulon telah berkomitmen mendapatkan memberikan kontribusi dari hasil pemungutan madu hutan kepada pemerintah berupa PNBP sebesar 6%, pula kepada Pemerintah Desa setempat sebesar 3% dari harga patokan madu yang ditetapkan pemerintah pusat,” papar Eman.

Pada kesempatan MoU itu juga, turut dihadiri Direktur Japan Environmental Education Forum (JEEF) Mr. Yata Makoto, menurutnya dukungan project penguatan kapasitas kelompok madu hutan pada Ujung Kulon melalui digitalisasi data ini merupakan inovasi yang pertama kalinya.

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Bongkar Semua Balai Taman Nasional Ujung Kulon Beri Akses Kelompok Warga Menurut Kelola Madu Hutan Menggunakan MoU"