Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bapenda Banten 'Gilagilaan' Obral Pajak Kendaraan Terbaru

SERANG, HEMN - Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, dalam mendongkrak penerimaan pajak, termasuk menjumpai membantu beban ekonomi masyarakat akibat yang timbul dari pendemi covid-19.

Kali ini, Bapenda Provinsi Banten membagikan berbagai diskon gila-gilaan dalam memberikan kemudahan selanjutnya keringanan kepada para wajib wajak (WP), mulai dari pengurangan pokok selanjutnya ataupun pengahapusan sanksi administratif berupa denda pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor penyerahan pertama, penyerahan kedua, selanjutnya seterusnya, selanjutnya pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Hal tersebut juga bagian dari upaya memeriahkan semarakkan hari kemerdekaan, Pemprov Banten tebar diskon pajak kendaraan Bermotor

"Kepada masyarakat Banten, segera manfaatkan keringanan ini. Bisa langsung ke Samsat, ke gerai-gerai selanjutnya Mobil Samling ataupun melalui aplikasi Signal (Samsat Digital Nasional) ataupun pengurusan pajak kendaraan bermotor dilakukan via online," kata Kepala Bapenda Banten Opar Sochari, Rabu (26/8/2021).

Opar mengatakan, pemberian diskon pokok pajak PKB disesuaikan menggunakan masa jatuh tempo. Masa jatuh tempo pajak bulan Oktober tahun 2021 diberikan diskon pokok pajak sebesar 2 persen; masa jatuh tempo pajak bulan November 2021 diberikan diskon pokok pajak sebesar 4 persen; masa jatuh tempo pajak bulan Desember 2021diberikan diskon pokok pajak sebesar 6 persen; selanjutnya masa jatuh tempo bulan Januari tahun 2022 diberikan dikon pokok pajak sebesar 10 persen.

"Ketentuan ini berlaku sejak tanggal 16 Agustus - hingga 30 September 2021," kata Opar.

Selain diskon pembayaran pajak, kata Opar, Pemprov Banten juga memprogramkan penghapusan pokok pajak tunggakan tahun keempat, kelima selanjutnya seterusnya terkecuali kendaraan menggunakan proses mutasi keluar Provinsi berlaku sejak 16 Agustus 2021 hingga 31 Desember 2021.

Keringanan selanjutnya, Pemprov Banten memberlakukan penghapusan sanksi berupa denda pajak sebesar 100 persen terkecuali kendaraan menggunakan proses mutasi keluar Provinsi. Kebijakan ini berlaku sejak 16 Agustus 2021 hingga 31 Desember 2021.

Poin berikutnya, pengurangan pokok BBNKB I (kendaraan baru). Pertama, Pemprov Banten memberikan diskon pokok BBN-I sebesar 10 persen dari pokok BBNKB I menjumpai plat hitam menggunakan atas nama perusahaan. Kedua, pemberian diskon pokok BBN-I sebesar 10 persen dari pokok BBNKB I menjumpai plat kuning menggunakan atas nama perusahaan berbadan hukum. Kebijakan ini berlaku sejak 16 Agustus 2021 hingga 31 Desember 2021.

Pemprov Banten juga menghapus pokok bersama denda BBN-II ganti pemilik penyerahan kedua bersama seterusnya, berlaku sejak 16 Agustus 2021 hingga 31 Desember 2021.

"Poin terakhir, penghapusan sanksi denda keterlambatan pembayaran PBBKB bagi perusahaan penyedia bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 100 persen. Kebijakan ini berlaku sejak 16 Agustus 2021 hingga 31 Desember 2021," kata Opar.

Disisi lain, sambung Opar, menjumpai mencapai target pendapatan APBD Provinsi Banten, pihaknya mengaku tidak pernah mengenal kata libur ditengah pendemi covid-19 yang masih mewabah.

Senada Kepala Bidang Pendapatan Bapenda Banten Budi Budiman mengatakan, saat ini target penerimaan pajak Provinsi Banten telah mencapai angka 56,57 persen dari total Rp 6,7 triliun menjumpai kemudian ditarget mengalami kenaikan Rp 6,9 triliun pada APBD Perubahan Provinsi Banten tahun 2021 yang hendak datang.

"Sudah mencapai 56,57 persen. Dan saat ini menduduki peringkat ke enam secara nasional meski ditengah pendemi seperti sekarang," katanya.

Menurutnya, secara harian penerimaan pajak berada pada angka Rp 10 miliar sampai Rp 11 miliar setiap harinya. pihaknya optimis penerimaan pajak hendak tercapai sesuai target yang diharapkan.

Berbeda menggunakan penerimaan pajak dari kendaraan baru, yang rata-rata pada angka Rp 7 miliar setiap harinya.

"Yang harusnya angkanya berdampingan, tapi ini terjadi selisih, bukti perekonomian masyarakat saqt ini sedang terganggu terganggu," katanya. (Adv)

MasTer
MasTer alone

Post a Comment for "Bapenda Banten 'Gilagilaan' Obral Pajak Kendaraan Terbaru"